Hanidar Amroe Berdayakan Ekonomi Kaum Perempuan Via MT Nur Jannah

192

Hanidar Amroe, Berdayakan Ekonomi Kaum Perempuan Via MT Nur Jannah

Jaksel, Bijak

Majelis Taklim merupakan wadah para pecinta ilmu berkumpul untuk menimba pengetahuan keagamaan dan informasi dari para ustadz/ustadzah. Secara tradisional, majlis taklim ini tumbuh dan berkembang hampir di setiap musalah, masjid dan terkadang rumah tinggal, atas dasar keinginan masyarakat, khususnya kaum ibu untuk saling kenal, saling tukar informasi, dan saling belajar. Sesuai karakter yang dimiliki majelis taklim sebagai kekuatan sosial dan aset yang berdaya tawar tinggi, serta tingkat pusat sampai akar rumput, peran yang diharapkan dalam penanaman nilai-nilai multi cultural sangat penting. Majelis taklim, secara kultur bisa menjadi agen perubahan, secara politis bisa menjadi perekat bangsa, dan secara ekonomi bisa menjadi pasar yang menguntungkan, maka penanaman nilai-nilai multikultural harus dimulai dari sini.

Majelis Taklim Nur Jannah contohnya dibentuk bukan hanya seperti pengajian umum lainnya, cita-citanya Nur Jannah ini dibuat di seluruh Indonesia, dan sekarang sudah dibuka cabang Nur Jannah di Bogor, sudah berjalan kurang lebih tiga bulan menyusul Malang, Surabaya, Padang, Bandung dan Purwokerto.

“Saya ingin turut serata bersama pemerintah dalam membangun perempuan-perempuan Indonesia. Selain pengajian majelis taklim NurJannah menuju lembaga non profit,  yang kedepannya akan membuat bisnis dalam upaya meningkatkan ekonomi kaum perempuan, juga membangun peradaban perempuan Indonesia yang kreatif dan solehah,” ujar ketua Majelis Taklim Nur Jannah, Henidar Amroe, saat perayaan ulang tahun pertama Majelis Taklim Nur Jannah di hotel Kristal Cilandak Barat Jakarta Selatan, Jum’at (7/2/2020).

Menurut mantan artis ini, dengan adanya bisnis-bisnis itu diharapkan bisa membantu kaum permpuan dalam segi perekonomiannya yang pada akhirnya membantu perekonomian keluarga.

“Saya berfikir jika kita hanya mengandalkan pemerintah saja, pemerintah juga terlalu sibuk dan banyak urusannya, mungkin dari individu atau kelompok-kelompok kecil bersama kita menyusun rencana mencari bisnis yang memang tepat, dimana bisnis ini nantinya dari Nur Janna ke Nur Jannah. Mudah-mudahan mereka ada percaya kepada kita, bahwa kita ingin membangun, karena kita melihat kondisi di Indonesia saat ini memang banyak ketimpangan, banyak sekali perempuan-perempuan, keluarga dan anak-anak yang memang kehidupannya tidak harmonis,” ungkap Hanidar.

Dikesempatan yang sama, Hanidar Amroe memperkenalkan kepada jamaah senam Musebah. Menurutnya senam ini bisa membuat perempuan dalam umur tertentu mereka merasa sudah tua, merasa tidak mempunyai kemampuan apa-apa, menjadi sakit renta dan akhirnya menjadi ingin di rumah saja.

“Ini yang ingin saya rubah melalui senam Musebah yang artinya Mudah Sehat Bahagia, Saya mau perempuan Indonesia itu sehat sebagai contoh saya sendiri saya menjaga pola makan dengan makan makanan sehat dan banyak belajar bagaimana cara menjaga kesehatan tubuh dan batin. jangan ego, jangan serakah, jangan menyakiti orang lain, jangan mengambil hak orang lain itu sebagian dari iman,” terang Hanidar.

Sementara penceramah yang sering memerankan aktor antagonis Adiputra menyampaikan makna Nur Jannah yang berarti  Cahaya Surga, Cahaya Allah SWT.

“Dan Cahayanya Allah SWT ada di dalam Al Quran serta Hadist. Jadi jika ingin mendapatkan surga maka harus mencintai Allah SWT dengan cara membaca, mempelajari serta memahami Alquran serta hadist. Jadi Nur Jannnah sesungguhnya adalah Al Quran. Dan Al Quran adalah pedoman bagi umat Islam. Maka sesungguhnya tidak ada keragu-raguan lagi di dalam Al Quran,” jelasnya .

Penulis: Deddy Haryadi



Bicarajakarta.com adalah media massa berbasis online, situs ini berisikan informasi dan kejadian-kejadian di Ibukota


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *