OTT Alternatif Baru Perfilman Indonesia di Masa Pandemi

55

Jakarta, BIJAK

Festival Film Wartawan Indonesia (FFWI) menggelar Webinar Zoom seri I bertajuk “Peluang Mengembangkan Ekosistem Perfilman Indonesia Di Era Pandemi” pada Jum’at (20/8). Acara yang dipandu oleh Shandy Gasella, Ketua Dewan Juri FFWI ke-11 menghadirkan pembicara, Mrs. Judith J Dipodiputro- CEO Perum PFN, Ms. Lesley Simpson- Country Head We TV & IFlix Indonesia dan Mr. Manoj Punjabi – CEO MD Corp.

“Peran penting wartawan dalam perkembangan industri film Indonesia sampai pandemi ini dengan webinar ini menjadi bahan pemberitaan jelang perhelatan FFWI,” ujar Ketua Panitia FFWI, Wina Armada Sukardi saat membuka acara.

Diskusi yang dihadiri lebih dari 100 peserta ini, Ahmad Mahendra – Dit.PMMB Kemendikbudristek RI yang diwakili Edy Suwardi selaku Kapokja Apresiasi dan Literasi Film menyambut baik acara yang digelar FFWI ini.

“Kami menyambut baik dan mendukung acara yang digelar FFWI, dan terus mengawal hingga terselenggaranya puncak acara FFWI,” ungkap Edy Suwardi.

Manoj Punjabi – CEO MD Corp menyampaikan bahwa bioskop masih tetap unggulan karena menurutnya, untuk meraih imej namun kehadiran Over The Top (OTT) adalah lahan baru dan menarik melahirkan banyak inovasi.

“Brand harus besar tidak hanya OTT-nya tapi juga sudah dikenal luas, tantangannya masih besar yang suka gratisan sehingga subsidi masih dilakukan oleh MD. Saya tidak pro ke OTT tapi ini adalah alternatif baru dan the next TV, bioskop tetap prioritas,” papar Manoj Punjabi. “Saya juga kangen bioskop. Bioskop tak tergantikan karena experience yang ditawarkannya,” tambahnya.

Leslie Simpson selaku Country Manager We TV & IFlix Indonesia segendang sepenarian dengan paparan Manoj akan momentum yang bersamaan di era pandemi.

“Impian WeTV sesuai visi misi ingin mengantar film Indonesia ke dunia tidak hanya penonton Indonesia. WeTV ingin industri perfilman nasional dibangkitkan dulu melalui oppurtunity OTT dari webseries ke film saat bioskop masih tutup. Jadi senang sekali bisa bekerjasama dengan PH-PH lainnya,” urai Leslie.

“PFN menjadi katalis pertumbuhan industri perfilman & industri konten Indonesia termasuk sentra pembiayaan industri film dengan banyak kerjasama seperti Telkom Group untuk start up. Saya garisbawahi film yang dibiayai PFN itu harus punya nilai sosial bagi Indonesia dan saat ini masih berproses,” pungkas Judith J Dipodiputro, CEO Perum PFN.

Editor: Dedy Haryadi

 



Mengulas Informasi Jakarta


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *