Wali Kota Jakbar Anjurkan Warga Donor Darah Rutin

121

Jakarta, jurnalkota.id

Wali Kota Jakarta Barat, Uus Kuswanto
menganjurkan kepada warga  agar hidup sehat dan bermanfaat, dengan melakukan donor darah secara rutin.

Anjuran Wali Kota Jakbar ini disampaikan saat menghidari kegiatan Donor Darah, yang diselenggarakan Palang Merah Indonesia (PMI) DKI Jakarta bekerjasama dengan Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Kota Jakbar,  Senin (12/10) di gedung Wali Kota Administrasi Jakarta Barat.

Dikatakan Uus, donor darah merupakan salah satu kegiatan kemanusiaan dan perlu dukungan.

“Insya Allah, dua bulan sekali kita akan terus adakan, mungkin di tempat-tempat lainnya kita adakan,” ujar Uus.

Lebih lanjut Uus mengatakan, stok darah baru ada 80%. Sehingga butuh 20% lagi untuk memenuhi stok darah di PMI DKI Jakarta, ini merut data dari ketua PMI DKI jakarta.

“Insya Allah, jika ini terus dilakukan badan kita akan lebih enak dan sehat. Jika baru pertama kali, memang kita sedikit kaget. Jika dilakukan berulang-ulang maka kita menjadi lebih sehat dan terbiasa, dan darah kita dapat bermanfaat kepada orang banyak,” jelas Uus Kuswanto.

Hadir dalam acara donor darah tersebut  Ketua PMI DKI Jakarta, Rustam Effendi.

Kegiatan sosial itu dijadwalkan berlangsung dua hari, Senin-Selasa 12-13 Oktober 2020, mulai pukul 08:00 WIB sampai dengan 12:00 WIB.

Rustam Effendi pun terlihat senang karena banyak warga maupun pegawai menjadi peserta donor darah.
“Bapak dan ibu yang hari ini mendonorkan darahnya ke PMI adalah pahlawan. Bapak, Ibu dengan ikhlas, sukarela mendonorkan darahnya, untuk nanti diberikan kepada yang membutuhkan, keluarga kita, tetangga kita atau kawan-kawan kita yang sangat membutuhkan darah,” kata Rustam Effendi.

Dikatakan Rustam, seandainya setiap hari pendonor darah banyak seperti ini, maka setiap orang yang membutuhkan darah akan terpenuhi kebutuhannya.
“Oleh karena itu, saya mengucapkan banyak terima kasih, atas kesediaannya telah menyumbangkan darahnya. Donor darah di masa pandemi Covid-19 ini, boleh terarah. Karena aturan menyatakan boleh, harus sesuai kesehatan lalu kemudian aman, sesuai dengan protokol kesehatan,” jelas Rustam.

Penulis: Wal/RED



Mengulas Informasi Jakarta


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *