Satu Desa Tunjukan Hasil Reaktif, Gubernur Bali Intruksikan Isolasi Ketat

159

Bali, BIJAK

Gubernur Bali meminta seluruh warga di dua wilayah, yakni di Desa Abuan, Kecamatan Susut, Kabupaten Bangli dan di Lingkungan Padangkerta, Kecamatan Karangasem, Kabupaten Karangasem, mengikuti dan mematuhi pelaksanaan isolasi ketat di wilayahnya. Isolasi ketat itu dijalankan untuk mencegah penularan Covid-19.

Permintaan itu menyusul hasil tes cepat Kamis lalu yang menunjukkan 443 warga desa Abuan menunjukkan hasil reaktif, meskipun pada tes uji tenggorakan dengan metode reaksi rantai polymerase (PCR), Jumat  (1/5/2020), jumlahnya berkurang.

Dalam keterangan tertulisnya Jumat (1/5/2020) malam, Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) Provinsi Bali, yang juga Sekretaris Daerah Provinsi Bali, I Dewa Made Indra, menyebutkan, isolasi wilayah di Banjar Serokadan, Desa Abuan, Bangli, dan di Lingkungan Padangkerta, Karangasem, itu ditetapkan bupati.

Pernyataan Indra itu menegaskan kembali penyataan Gubernur Bali Wayan Koster, dalam rapat jarak jauh (teleconference) dengan Wakil Kepala Polda Bali Brigadir Jenderal I Wayan Sunartha dan Panglima Kodam IX/Udayana Mayor Jenderal TNI Benny Susianto di Denpasar.

Rapat diikuti Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati.
Dalam rapat itu, Koster meminta masyarakat agar disiplin dan mematuhi kebijakan isolasi wilayah serta meminta Panglima Kodam IX/Udayana dan Kepala Polda Bali menugaskan jajarannya turut mengawasi dan mengontrol mobilitas warga di wilayah yang diisolasi secara ketat tersebut.

Langkah isolasi ketat itu bertujuan mencegah penularan penyakit kepada warga lain. Warga diimbau melaksanakan karantina mandiri di rumah. Untuk memenuhi kebutuhan logistik warga Banjar Serokadan, pemerintah membangun dapur umum.

“Pengoperasian dapur umum di Abuan itu juga melibatkan personel Polres Bangli dan Kodim 1626/Bangli. Sejumlah langkah pembatasan diterapkan Pemprov Bali untuk mencegah meluasnya penyebaran penyakit akibat virus korona. Salah satunya adalah pembatasan terhadap orang dari luar Bali yang akan masuk ke Pulau Bali,” tutupnya

Penulis: Deddy Haryadi



Bicarajakarta.com adalah media massa berbasis online, situs ini berisikan informasi dan kejadian-kejadian di Ibukota


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *