Mochtar Pabottingi Koma, Butuh Uluran Tangan

Jakarta, bicarajakarta.com

Suaranya lantang, namun tetap beraturan dalam struktur kalimat yang logis. Itulah ciri Prof. Mochtar Pabottingi saat bicara politik negeri ini.

Tetapi, lama nian ia tak terdengar lagi. Kemana gerangan peneliti utama LIPI itu menghilang?.

Di sebuah grup Wa “NPA-NewsPropAdvertStudies” asuhan wartawan senior Dhia Prekasa Yuda (depeye), Senin (8/5/23), pemikir Pancasila, Dr. Yudi Latif melansir, sastrawan, pemikir, dan peneliti utama LIPI Mochtar Pabotingi, sudah lama dalam keadaan koma.

Kini Mochtar Pabotingi terbaring di Rumah Sakit EMC Pulo Mas, Jakarta Timur. Mengutip pesan whatsApp (Wa) dari istri Mochtar, Yudi menulis: “Bpk dirawat di ICU. Tp hari ini tim dokter masih coma Bpk harus dipindahkan ke kamar, dan selanjutnya harus home care…”

Masih mengutip istri Mochtar, Yudi melanjutkan, “Kata mereka K. Mochtar sudah seperti pohon yg hanya bisa diberi makan dan disiram. Saya sedih sekali, beginikah akhirnya seorang pemikir, yang hari-harinya memikirkan keadaan Negara. Kalau Bpk punya orng yang bisa membantu keadaan K. Mochtar tolonglah, saya belum putus asa untuk memberikan yang terbaik untuk beliau”.

Mochtar, asal/ kelahiran Bulukumba, Sulsel, 17 Juli 1945, adalah pensiunan penelit utama Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). Ia juga seorang seniman yang cukup banyak menulis puisi dan novel.

Puisi-puisinya, antara lain dipilih oleh Linus Suryadi AG dan diterbitkan dalam antologi puisi Tonggak 3 (1987).

Kemudian, puisi-puisi itu diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris dan dimuat dalam antologi puisi “On Foreign Shores: American Images in Indonesian Poetry” (1990).

Mochtar menulis sejumlah novel, seperti “Burung-burung Cakrawala” yang diterbitkan oleh Gramedia Pustaka Utama pada 2013.

Akan tetapi, Mochtar lebih banyak dikenal sebagai seorang peneliti daripada penulis puisi atau novel.

Pendapat-pendapat politiknya sebagai peneliti utama LIPI, banyak dimintai media dalam suasana atau perkembangan politik tertentu di negeri ini. Tetapi, sudah dua kali Pemilu belakangan, ia nyaris hilang dari pemberitaan media.

Dikutip dari “sivitas.lipi.go.id/moch018”, peraih gelar doktor dari Universitas of Hawaii tahun 1991 itu, bekerja sebagai PNS di LIPI sejak 1 Maret 1978. Ia pensiun 17 Juli 2011
sebagai peneliti utama dengan golongan kepangkatan IV/e (Pembina Utama).

Lulusan S1 Fakultas Sastra Universitas Gajah Mada, Yogyakarta (1973) itu, meraih gelar MA di Universitas Massachuset, Amerika Serikat (1984).

Anak gerilyawan di masa penjajahan itu, adalah lulusan SMEA Negeri Makassar, Sulsel. (Suryadi)

Jasa Kelola Website

Tinggalkan Balasan

Kuliah di Turki