Kunjungi Kabupaten Tangerang, Mendagri Apresasi Realisasi APBD dan Insentif Nakes

58

Jakarta, BIJAK

Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Muhammad Tito Karnavian mengapresiasi Pemerintah Daerah Kabupaten Tangerang yang sudah cukup baik dalam merealisasikan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) serta pencairan tunjangan insentif untuk para tenaga kesehatan.

Hal itu dia sampaikan saat melakukan kunjungannya dalam rangka rapat koordinasi dengan Bupati Tangerang serta unsur Forkopimda, sekaligus mengecek realisasi anggaran dalam penanganan pandemi Covid-19.

Tito melihat data realisasi belanja yang cukup baik pada APBD yang sudah lebih dari 40 persen. Angka tersebut menurutnya sudah baik di tengah perjuangan pemerintah daerah menghadapi Pandemi Covid-19. Termasuk pencairan tunjangan insentif untuk para nakes yang dinilainya sudah 56 persen dicairkan.

“Saya juga mengucapkan terima kasih yang tinggi Kepada Bupati Zaki, salah satu pesan dari Presiden itu adalah pencairan insentif tenaga kesehatan yang dananya sudah ada di masing-masing daerah menjadi tanggungjawab daerah masing-masing penyalurannya. Saya lihat angkanya sudah dicairkan 56 persen di Kabupaten Tangerang, itu sudah sangat baik dan sangat bagus,” ujar Mendagri.

Menurutnya, Bupati Tangerang sudah berkomitmen untuk terus mencairkan insentif tenaga kesehatan. Ini penting untuk meningkatkan moral para tenaga kesehatan yang merupakan garis terdepan dalam peranan pandemi.

Mendagri juga menyoroti bantuan sosial di tengah-tengah pelaksanaan PPKM, terutama bagi mereka yang tidak masuk Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) yang terdaftar di pusat.

“Saya menghargai kekompakan Forkopimda di Kabupaten Tangerang yang begitu solid dan bersinergi,” imbuhnya.

Dia pun mengapresiasi langkah Pemda setempat, di mana meski masuk penerapan PPKM Level 3, namun memilih terus menerapkan PPKM Level 4 yang setara dengan PPKM Darurat.

“Kabupaten Tangerang meskipun masuk PPKM level 3, tetapi karena aglomerasi dengan Jabodetabek maka diterapkan seperti PPKM Level 4,” ujar Tito.

Mendagri juga mengungkapkan penerapan PPKM di Kabupaten Tangerang memberikan hasil yang baik ditandai dengan positivity rate yang menurun kemudian tingkat keterisian tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR) di setiap rumah sakit menurun, dari 93% minggu lalu ke 74% awal minggu ini. Fatality rate juga menurun artinya cukup membaik dari level 4 ke level 3 turun.

“Karena aglomerasi kedekatan dengan Jabodetabek sehingga Kabupaten Tangerang memasuki level 4, ini dilakukan mengingat Kabupaten Tangerang sangat strategis, sebab memiliki penduduk yang hampir 4 juta,” katanya.

Menurutnya, keberhasilan penanganan Covid-19 di ibukota sangat bergantung pada daerah-daerah satelit, seperti Kabupaten Tangerang yang terbesar di aglomerasi Jabodetabek.

Sementara itu Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar mengatakan, kehadiran Mendagri dinilai banyak memberikan masukan, petunjuk serta memberikan motivasi dan semangat untuk terus bekerja di tengah PPKM level 4 di Kabupaten Tangerang.

“Mudah-mudahan hasil dari rakor ini bisa segera kami tindaklanjuti dan tentu saja mohon selalu dukungan arahan dan bimbingan dari Pak Mendagri untuk penanganan pandemi Covid-19 di Kabupaten Tangerang, termasuk perkembangan dari anggaran daerah,” ungkap Zaki.

Penulis: Dedy Haryadi



Mengulas Informasi Jakarta


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *