Hilang Kontak dan Diduga Jatuh di Kepulauan Seribu, Ini Kata Dirut Sriwijaya Air

76

Diduga serpihan pesawat Sriwijaya, ditemukan di Kepulauan Seribu

Jakarta, BIJAK

Pesawat Sriwijaya Air kehilangan kontak dan diduga jatuh di Kepulauan Seribu, Direktur Utama Sriwijaya, Air Jefferson Irwin Jauwena, memberikan penjelasan, bahwa pesawat tersebut dalam kondisi layak terbang, Sabtu (9/1/2021).

“Kondisi pesawat pada saat itu, dalam kondisi sehat dan layak terbang,” jelasnya saat jumpa pers di Bandara Soekarno-Hatta Tangerang, Banten, Sabtu (9/1/2020) malam.

Jefferson mengatakan, sebelum SJ 182 terbang, dinyatakan tidak mengalami kerusakan. Sebelum hilang kontak, pesawat Sriwijaya Air terkait sudah terbang ke Pontianak dan Pangkal Pinang. Saat terbang ke Pontianak kedua kalinya seharusnya tidak ada masalah. Terkait keterlambatan pesawat terkait, dia mengatakan hal itu bukan karena mengalami kerusakan, tetapi alasan cuaca yang tidak mendukung.

“Delay (keterlambatan) akibat hujan deras, makanya ada delay 30 menit saat boarding,” ujar Jefferson.

Ia menambahkan, akan memberikan pendampingan bagi keluarga korban dan kooperatif.

Ia menambahkan, akan memberikan pendampingan bagi keluarga korban dan kooperatif dalam proses pencarian serta penyelamatan awak dan penumpang SJ 182.

“Kami akan memberikan pendampingan dan kami akan bekerja dalam proses pencarian pesawat ini. Untuk selanjutnya kami akan mengumpulkan informasi lebih lanjut,” ungkapnya.

Proses pencarian

Sementara, juru Bicara Kementerian Perhubungan, Adita Irawati mengatakan, sejumlah unsur terkait mengerahkan potensinya untuk proses pencarian dan penyelamatan.

Dalam proses SAR itu, Kemenhub mengirimkan satu kapal, Basarnas (tiga kapal utama, tiga kapal karet, dan dua sea rider), TNI AL (tiga kapal KRI), dan Polair Polda (enam kapal)

“Kita akan berupaya, seluruh jajaran bergerak cepat untuk pencarian dan penyelamatan,” katanya.

Penulis : RED



Mengulas Informasi Jakarta


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *