Ganti Deterjen Natural, Bikin Makin Cinta Bumi

226

Jakarta, BIJAK

Go Green lifestyle tengah populer di masyarakat. Gerakan mengurangi
sampah plastik dengan cara membawa tas belanja, kotak makan, botol minum, hingga membawa sedotan stainless sendiri sedang menjadi tren, bahkan di kalangan anak muda. Menurut mereka, hal tersebut merupakan segelintir bukti
kecintaan terhadap bumi yang kita pijak.

Jika Anda merupakan salah satu orang yang cinta bumi, memilih produk yang berbahan ramah lingkungan juga wajib menjadi concern. Karena tidak dapat dipungkiri, kini masyarakat terbiasa menggunakan produk sehari-hari yang memiliki bahan dasar berasal dari minyak bumi.

Faktanya, cadangan minyak bumi di
Indonesia dapat habis dalam waktu sembilan tahun lagi jika tidak ada penemuan bahan penggantinya.

Saat minyak bumi habis, maka manusia akan mendapat kesulitan untuk melakukan segala aktivitas sehari-hari, misalnya kesulitan berpergian karena kendaraan masih menggunakan bahan bakar minyak, atau ibu-ibu yang akan kesulitan memasak karena gas yang digunakan berasal dari minyak bumi.

Produk yang pasti dipakai semua orang (terutama Ibu Rumah Tangga) setiap
hari merupakan deterjen.

Deterjen merupakan senyawa yang mampu menghilangkan noda dan bau pada pakaian.

Rata-rata produk deterjen bubuk yang beredar berbahan dasar turunan minyak bumi, biasa disebut LABSA (Linear
Alkyl Benzene Sulphonic Acid), masih banyak orang yang tidak bisa membedakan deterjen yang mengandung LABSA dengan yang tidak.

Bayangkan jika semua
orang di bumi menggunakan produk berbahan turunan dari minyak bumi, apa
yang akan terjadi di masa depan?

Untuk itu, kita perlu lebih aware terhadap isu tersebut, yaitu dengan cara beralih ke produk lain yang tidak menggunakan bahan dari minyak bumi.

Misalnya, memilih produk berbahan dasar murni dari tumbuh- tumbuhan.

MES (Methyl Ester Sulfonate) merupakan salah satu bahan berbasis Oleochemical atau minyak nabati yang biasanya berasal dari kelapa, kacang kedelai, dan sawit.

Bahan ini tentunya
lebih ramah terhadap kulit, terutama untuk yang memiliki kulit cenderung sensitif.

Karena faktanya, LABSA untuk pemakaian jangka panjang dapat menyebabkan kulit menjadi panas, kasar hingga mengelupas.

Di negara-negara maju sudah banyak yang menggunakan dan
mempercayai bahan MES ini karena berbagai kelebihannya. Selain ramah lingkungan karena mudah terurai, bahan MES juga dinilai lebih hemat, dapat bersinergi dengan baik jika dikombinasikan dengan surfaktan lain dalam proses pembuatannya, dan juga teruji memiliki tingkat deterjensi yang lebih baik dibandingkan dengan LABSA.

Jadi, mulai saat ini ada baiknya mencari deterjen yang berbahan MES, karena menggunakan deterjen yang Berbahan Aktif Tumbuhan tanpa LABSA
adalah solusi yang tepat untuk menghindari tangan kita menjadi panas dan kasar.

Jika di luar negeri deterjen yang berbahan aktif tumbuhan sudah sering digunakan, lalu bagaimana ya di Indonesia?.**



Mengulas Informasi Jakarta


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *