Bantu Penaganan Covid-19, Gus Nuh Hibahkan Lukisan Presiden Jokowi

349

Jakarta, BIJAK

Pandemi Covid-19 memang masih menjadi masalah diberbagai belahan dunia. Salah satu negara yang terdampak adalah Indonesia. Banyak masyarakat bahkan publik figur dari berbagai kalangan dan profesi berlomba memberikan bantuan kepada mereka yang lebih membutuhkan. Tak terkecuali para seniman, musisi dan pekerja seni lainnya.

Gerakan Seribu Untuk Indonesia (GSUI) terus melakukan upaya upaya penggalangan dana untuk kemudian kembali didistribusikan, baik dalam bentuk tunai maupun pemberian bahan pokok.

Kali ini Agoes Noegroho atau biasa dipanggil Gus Nuh menyumbangkan dua karya lukisan kebanggaan miliknya. Salah satunya adalah lukisan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo dan lukisan kaligrafi berbentuk segitiga.

Menurut Gus Nuh lukisan Presiden RI Joko Widodo yang menggunakan sorban di buat tahun 2014.

“Saya hanya ingin membantu dengan karya saya. Saya berharap hasil dari karya saya nanti dapat dipergunakan dengan baik dan tepat sasaran,” ujar Gus Nuh. Di sekretariat GSUI Kebayoran baru Jakarta Selatan Kamis (4/6/2020).

Gus Nuh mengaku tidak berharap sepeserpun atas penjualan karyanya ini namun Gus Nuh meminta GSUI dapat mengupaya karyanya ini dapat di tanda tangan langsung oleh Presiden.

“Saya sudah ihklaskan berapapun hasil penjualannya saya serahkan kepada GSUI untuk menangani Covid 19. Saya sarankan lukisan ini terlebih dahulu di tanda tangani oleh Presiden RI bapak Joko Widodo,” imbuh Gus Nuh.

Selain Gus Nuh, musisi sekaligus pencipta lagu Otte Abadi juga menyumbangkan lagu berjudul Kita Putra Putri Bangsa Besar. Menurut Otte lagu ini telah dibuat sepuluh tahun lalu, Otte mengaku bukan tanpa alasan tidak merilis lagu tersebut.

“Sebenarnya sudah sepuluh tahun lalu lagu ini dibuat, namun masih menunggu moment yang pas kan. Ternyata sekarang kita menghadapi kondisi ¬†seperti ini. Menurut saya, ini pas banget untuk memberikan semangat kepada bangsa Indonesia dalam menghadapi pandemic Covid 19,” ujar Otte.

Penggas GSUI Herry Koko menambahkan di kantor sekertariat  GSUI yang berlantai dua di jalan Kerinci 8 nomor 28 kelurahan Gunung kecamatan Kebayoran Baru, kini di sulap menjadi ruang galeri.

“Selama 10 hari sekretariat GSUI di sulap menjadi layaknya sebuah gallery. Jadi para pencinta seni yang ingin menyumbang lewat GSUI dan ingin memiliki lukisan Gus Nuh, silakan datang ke kantor kami,” kata Herry Koko.

Pada kesempatan yang sama dari kalangan akademisi memperkenalkan karya merek berupa Virus Bastard Teknologi yang diakui mampu membunuh virus corona atau Cofid 19. Alat yang diberi nama Virus Bastard ini masih prototipe. Dan siap dikembangkan secara massal jika sudah melalui uji kelayakan dari lembaga lembaga terkait.

Penulis: Deddy Haryadi



Bicarajakarta.com adalah media massa berbasis online, situs ini berisikan informasi dan kejadian-kejadian di Ibukota


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *