BKPRMI DKI Tanggung BPJS Ketenagakerjaan 1.500 Guru Mengaji
JAKARTA,BicaraJakarta.com —
Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) DKI Jakarta menunjukkan komitmennya dalam memberikan perhatian dan perlindungan kepada para guru mengaji di Ibu Kota. Melalui program jaminan sosial ketenagakerjaan, 1.500 guru mengaji di Jakarta ditargetkan mendapatkan perlindungan BPJS Ketenagakerjaan.
Hal tersebut disampaikan Ketua Umum DPW BKPRMI DKI Jakarta, Nanang Jahidin, saat menghadiri kegiatan SPU Guru Ngaji LPPTKA BKPRMI se-Jakarta Timur Di Komplek Masjid Buaran Indah Jakarta, Sabtu (15/8/2026).
Nanang menegaskan bahwa guru menngaji memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk karakter, akhlak, dan kecintaan generasi muda terhadap Al-Qur’an. Namun, di balik peran strategis tersebut, masih banyak guru ngaji yang belum memperoleh perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan.
“Guru ngaji adalah bagian penting dari pembangunan karakter generasi bangsa. Setiap hari mereka mendidik anak-anak kita untuk mengenal Al-Qur’an, membangun akhlak, dan menjadi pribadi yang baik. Karena itu, sudah semestinya mereka mendapatkan perhatian dan perlindungan,” ujar Nanang.
Menurut Nanang, program BPJS Ketenagakerjaan bagi guru ngaji merupakan salah satu bentuk nyata kepedulian BKPRMI Jakarta terhadap para ustadz dan ustadzah yang selama ini mengabdikan dirinya di tengah masyarakat.
“Kami menargetkan 1.500 guru ngaji mendapatkan perlindungan BPJS Ketenagakerjaan. Ini merupakan bentuk penghargaan dan ikhtiar kita agar para guru ngaji dapat menjalankan pengabdiannya dengan lebih tenang dan terlindungi,” katanya.
Nanang menambahkan, BKPRMI Jakarta tidak ingin perhatian kepada guru ngaji hanya berhenti pada aspek pembinaan keagamaan. Menurutnya, kesejahteraan, perlindungan sosial, dan peningkatan kapasitas para guru ngaji juga harus menjadi bagian dari agenda bersama.
Karena itu, DPW BKPRMI DKI Jakarta akan terus membangun kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah, dunia usaha, dan lembaga terkait, agar semakin banyak guru ngaji yang memperoleh akses terhadap program jaminan sosial.
“Kami ingin memastikan bahwa guru ngaji tidak berjalan sendiri. Mereka adalah bagian dari kekuatan masyarakat yang ikut menjaga moral dan masa depan generasi muda. BKPRMI harus hadir untuk memberikan solusi dan memperjuangkan kepentingan mereka,” tegasnya.
Sementara itu, kegiatan SPU Guru Ngaji LPPTKA BKPRMI se-Jakarta Timur menjadi momentum untuk memperkuat silaturahmi sekaligus meningkatkan kapasitas para ustadz dan ustadzah dalam menjalankan tugas pendidikan Al-Qur’an.
Nanang berharap gerakan perlindungan bagi guru ngaji ini dapat menjadi langkah awal menuju perhatian yang lebih besar terhadap para pengajar Al-Qur’an di seluruh wilayah DKI Jakarta.
“Mudah-mudahan ikhtiar ini menjadi amal bersama dan semakin banyak guru ngaji yang mendapatkan perlindungan. Karena menjaga guru ngaji berarti ikut menjaga generasi dan masa depan Jakarta,” pungkas Nanang.
Melalui program tersebut, BKPRMI Jakarta menegaskan komitmennya untuk terus bergerak, melayani, dan memberikan manfaat nyata bagi guru ngaji, pemuda, masjid, dan masyarakat Jakarta. ***


